Saturday, February 9, 2013

People, Culture atau Sistem (part 2)


Tahun 2003, saya pernah melemparkan pertanyaan mengenai permasalahan di Perusahaan yang saya lihat saat kerja praktek di suatu perusahaan Sidoarjo.

Yaitu mengenai prioritas perbaikan dan manajemen perubahan. Antara Sistem, Kultur atau People. Terdapat 22 tanggapan dari 11 member yang menanggapi pertanyaan yang saya ajukan, selengkapnya silahkan klik sistem-kultur-atau-people (part 1).

Lalu setelah 10 tahun, yaitu tahun 2013 ini saya melemparkan pertanyaan serupa. Dengan total 10 tanggapan dari 8 member.

--------------------------------------
People, Culture atau Sistem

Dear rekan milis Surabaya IPOMS,

Dalam dunia industri hampir semua kegiatan bersifat dinamis. Sehingga semua harus siap melakukan perbaikan (improvement) dan perubahan (change). Sehingga banyak perusahaan yang melakukan continuous improvement di semua departemen dan di segala aspek.

Terdapat 3 hal yang terkait dalam suatu perubahan, yaitu People, Culture dan Sistem / Process. Namun tidak semua orang bisa menerima dan melakukan perubahan. Selalu saja ada yang menolak / resistensi terhadap perubahan tsb.

Jika anda adalah pemilik perusahaan atau anda adalah seseorang yang mempunyai kuasa untuk mengendalikan perusahaan apa yang akan anda prioritaskan untuk dilakukan perubahan, apakah People, Culture atau Sistem / Process terlebih dahulu?

thanks
taufanyanuar


Tanggapan #1

Dear All,

Menurut saya yang harus diprioritaskan adalah sistem. System yang baik akan menciptakan culture dan people yang baik. People harus dibina untuk mengikuti system yang sudah ditetapkan. Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan.System yang baik akan meng-encourage people untuk improve. Improved system and people will create improved culture.
Just my two cents.

Regards,
Johan


Tanggapan #2

Rekan-rekan,

people dulu tentunya karena manusia adalah masterpiece ciptaanNya. people dan culture seperti benda dan bayangannya. Bayangan ada karena ada benda tetapi keduanya selalu hadir bersamaan.

Eko


Tanggapan #3

Pak Johan dan Pak Eko,

Ketiga-tiga memang penting dan harus segera dibenahi, namun sebagai prioritas utama saya sependapat dengan pak Johan, Sistem-lah yang harus pertama dilakukan pembenahan sehingga nantinya akan mempermudah kita membenahi 2 faktor berikutnya, yaitu People dan Culture / Budaya. 

Jadi semua Standard Operating Procedure (SOP) harus kita review ulang dan benahi. Sistem pengecekan seperti checksheet dan audit juga harus di review. 

Ada pendapat yang lain?

thanks
taufanyanuar


Tanggapan #4

Dear All,

Menurut saya dari perjalanan implementasi culture, mungkin yang perlu kita lakukan di assessment dulu keadaan organisasi sehingga dari dasar itu kita bisa bikin checklist prioritas mana yang akan dibenahi, namun menurut saya Paling dasar adalah people, karena sebaik baiknya system akan tidak berjalan dengan baik bila People dan Culturenya tidak sinergi. Apabila people dan culturenya sudah terbentuk makan system yang akan menyesuaikan keadaan.

Regard’s
Rahadian Prabowo.


Tanggapan #5

Dear all,

Ikut nimbrung, diskusinya menarik tentang perubahan... 

Kalau menurut saya, perubahan itu dimulai dari sistem dan orang dulu. Sistemnya kita buat dan kita harus yakin bahwa sistem yang akan berjalan itu bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, setelah itu kita mulai menggemakan adanya perubahan sistem ke people...bertahap mulai dari struktur organisasi yang paling atas menuju bawah.

Kalau budaya saya pikir itu akibat... Butuh waktu yang lama untuk mengubah budaya. Sepengetahuan saya rata-rata butuh waktu 2 - 3 tahun utk mengubah budaya di organisasi yang banyak orangnya, 

Desnik


Tanggapan #6

Dear all,

Sekarang coba kita analogikan, apabila sebuah perusahaan sudah berjalan, maka yang kita set-up dulu apakah systemnya atau culturenya terlebih dahulu? Bukanya kalau dengan perubahan system tanpa membentuk culture terlebih dahulu biasanya akan terjadi “Penolakan” atau Statement “Biasanya bisa kok pakai cara lama”

Karena bila kita berkaca dari sebuah litelatur mengatakan Culture merupakan sekumpulan pengetahuan, keyakinan, seni,moral, hukum, adat, kapabilitas dan kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu..

Best Regard's
Rahadian Prabowo


Tanggapan #7

Ini spt "lebih dulu mana : telor atau ayam?"

Kalau kita tarik ke tahun2 sblm perusahaan berdiri atau sistem itu ada, pasti dikarenakan adanya culture yg terbentuk oleh people yg menemukan cara masing2 kemudian didevelop mjd system.

Apakah spt ini mungkin flownya?

People ---> culture ---> system --->people --->culture -----> system ---> people dst

Berkesinambungan

Nah itu kalau jaman dulu, kalau kita bicara jaman modern?
Sistem sdh ada, people dihired pertama kali perusahaan berdiri utk mengikuti system lalu mereka membentuk culture. Lalu people berusaha utk memperbaiki sistem yg ada mjd lbh baik dan efisien dgn memperbaiki culture yg ada yg kemudian perubahan culture itu akan ditangkap dan dijadikan baku dlm sistem

Sistem ---> people ---> culture ----> sistem?

Apa seperti ini mungkin?

Wijanarko


Tanggapan #8

Dear all,

Mungkin ada baiknya melakukan assessment dahulu untuk mengetahui. Kondisi perusahaan, karena setiap case perusahaan berbeda.

Best Regard's
Rahadian Prabowo


Tanggapan #9

Dear Kawan,

Ikut urun rembug……

Untuk melakukan sebuah perubahan, maka kita mesti tahu apa yang harus diubah. Kita tidak bisa mengatakan harus system dulu, orang dulu atau culture dulu sebagai tiga factor yang kita diskusikan.  Bagaimana mengetahuinya, maka kita harus melakukan assessment. Assessment yang didasarkan pada apa yang mau kita capai atau goal dari perubahan yang kita mau buat.

Dari sinilah titik tolak implementasi perubahan dilakukan.

Bagaimana melakukan perubahan? Kita bisa merujuk pada 8 step perubahan yang dikonsepkan oleh Kotter yang step awalnya adalah set of urgency.

Semoga bermanfaat.

Thanks
Jabat erat,
Fauzi Arif RH


Tanggapan #10

Dear all, 

Bisa juga tergantung pada besar dan bentuk organisasi yang akan kita ubah ya pak?
Berarti memang tidak ada acuan yang pasti mengenai hal tersebut ya? 

karena berdasarkan pengalaman saya, semuanya memang dimulai dari apa tujuan dari perubahan tersebut? lalu kemudian system nya kita buat seperti apa yang bisa membawa perusahaan ke tujuan tersebut, kemudian baru kita floor ke orang-orang yang berhubungan dengan perubahan tersebut. 

yang tersulit adalah bagaimana menghadapi penolakan tersebut, karena penolakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak sebentar... :) apalagi hasilnya tidak bisa langsung kelihatan... 

Niko

No comments:

Post a Comment

Related Posts